SALAM KEMANUSIAAN ! SIAMO
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan
anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.Terdapat di PMI
Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, dengan anggota lebih dari 3 juta
orang.
Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan
kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana,
mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit
Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi
PMI.Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatarbelakangi oleh terjadinya
Perang Dunia I (1914–1918) pada waktu itu Austria sedang mengalami
peperangan. Karena Palang Merah Austria kekurangan tenaga untuk
memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut
membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas-tugas ringan
seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta
Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut
Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah
Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia
Dalam perjalanannya PMR mengalami perkembangan yang sangat positif,
dan untuk membangun serta mengembangkan karakter PMR yang berpedoman
pada Prinsip Kepalangmerahan yang siap menjadi relawan masa depan. Untuk
menjawab hal tersebut maka dibuat sebuah konsep Manajemen PMR merupakan
proses pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI agar dapat
mendukung peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI.
Hal ini senada dengan kebijakan PMI dan Federasi Internasional
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) tentang Remaja yang
menyebutkan bahwa; Pertama, Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik
dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan. Kedua, Remaja
berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan. Ketiga,
Remaja berperan penting dalam: perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan
proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI. Keempat, Remaja adalah
kader relawan, dan kelima, Remaja calon pemimpin Palang Merah masa
depan.
Dalam manajemen PMR, siklus pembinaan dimulai dari Perekrutan
untuk menambah jumlah anggota, Pelatihan untuk menguatkan karakter, Tri
Bhakti PMR sebagai bentuk implementasi dari pelatihan yang didapat,
Pengakuan dan Penghargaan menjadi penting karena memotivasi PMR agar
tetap bersama dengan PMI, Pemantauan dan Evaluasi untuk mengetahui
apakah anggota PMR telah melaksanakan hak dan kewajibanya dengan tepat
serta jejaring dan kerjasama.
Penting Pembinaan PMR
Pembinaan anggota PMR baik disekolah maupun luar sekolah mulai dari
pola rekruitmen - pelatihan - kegiatan paska pelatihan (Tri Bakti)
sampai dengan pengembangan kapasitas (Pengakuan dan Penghargaan) telah
memberikan gambaran sisi positif yang didapatkan jika bergabung menjadi
anggota PMR. Peningkatan kapasitas dalam hal wawasan, pengetahuan dan
juga ketrampilan tentu akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat baik
untuk diri pribadi maupun ketika terjun di masyarakat.(N.D RED)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar